Thursday, 14 February 2013

Alasan Mengapa Keyboard Komputer Hurufnya Tidak di Urut...

Pernahkah kita berpikir, mengapa semua mesin ketik & keyboard komputer di dunia ini menggunakan huruf QWERTYUIOP?


Mengapa tidak menggunakan ABCDEFGHIJ? Yang tersusun rapi sesuai abjad sehingga kita tidak perlu mengingat tuts keyboard dengan susunan huruf yg acak dan aneh, yang kita kenal hingga saat ini dengan QWERTY?


Mesin ketik pertama diciptakan dan dipatenkan oleh seorang Amerika, yaitu Christopher Latham Stoles, seorang editor koran yg bekerja di Milwaukee pada thn 1868. Mesin ketik pertama rancangannya sudah mirip seperti skarang, memiliki mekanisme penggulung kertas untuk ganti baris dan bergeser otomatis ketika kita mengetik, dan tentu tidak ketinggalan, tuts keyboard nya. Rancangan pertamanya ini, sesuai dengan pikiran kita semua menggunakan layout keyboard ABCD.


Ternyata layout keyboard sesuai abjad ini menimbulkan masalah, yaitu sering tersangkutnya tuts mesin ketik ketika dipakai mengetik dengan cepat. Kurang lebih 6 tahun Sholes berusaha merevisi susunan huruf pada keyboard untuk meningkatkan efisiensi dalam mengetik dan juga meminimalisir masalah tersangkutnya tuts jika dipakai mengetik cepat.


Bersama donaturnya, James Densmore dan juga Amos Densmore, maka disusunlah suatu susunan huruf keyboard dan mendekati susunan keyboard QWERTY, dengan beberapa revisi terus menerus yg sebenarnya hanya merupakan upaya untuk mereduksi masalah tuts tersangkut.


Hal yang menarik adalah revisi dari huruf R, pada proses penyempurnaan tuts ini, huruf R sempat diletakkan di baris ketiga, kemudian direvisi. Tujuannya adalah mempesona konsumen dalam upaya menjual mesin ketiknya, karena sadar atau tidak, kita bisa mengetik kata "TYPEWRITER" hanya dengan BARIS PERTAMA TUTS KEYBOARD saja !!


Inilah susunan keyboard yg resmi dirilis untuk mesin tiks komersial pertama


Kemudian baris kedua disusun berdasarkan abjad berurut, dikurangi yg sudah dipakai di baris pertama, diantaranya adalah DFGHJKL. Angka 1 & 0 belum ada pada mesin tik ini, karena untuk mengurangi biaya produksi & mempermudah perawatan dengan menggunakan jumlah tuts seminimal mungkin, Biasanya angka 1 diganti dengan L kecil dan angka 0 digantikan dengan huruf O


Lama kelamaan banyak orang yang menyukai dan terbiasa dengan susunan mesin ketik, dan susunan huruf aneh ini menjadi populer, kemudian direvisi berulang-ulang hingga terciptalah mesin ketik saat ini, bahkan dilengkapi dengan banyak fungsi-fungsi tambahan pada saat keyboard mulai dipakai di komputer.


Ada banyak alternatif susunan huruf yang coba diajukan untuk meningkatkan efisiensi pengetikan. Alternatif diajukan berdasarkan kemungkinan frase atau kata yang bisa disusun berdasarkan huru-huruf tertentu, contohnya adalah layout keyboard dari Blickensderfer yg mencantumkan DHIATENSOR pada bagian awal keyboard, dan diklaim bisa menyusun 70% frase dan kata-kata Bahasa Inggris hanya dari susunan huruf tadi.

0 comments:

Post a Comment